Jumat, 11 Desember 2015

FIQIH ASMARA "APA ITU PACARAN?"


  

           A.  Apa yang Dimaksud dengan “Pacaran”.
Apakah pacaran sesudah menikah lebih baik ? lebih nikmat dari pada sebelum menikah ? tidak, pacaran sesudah menikah “itu mustahil terjadi apabila kita kembalikan makna kata pacaran ke makna asalnya yaitu “PERSIAPAN SEBELUM MENIKAH” .
Apakah pacaran harus terdapat prilaku saling mengakui pasangan sebagai pacar ? begitulah devinisi pacaran yang benar !.
Apakah berpacaran harus terdapat aktivitas SEKSUAL ? haruskah saya berhubungan seksual dengan pacar saya.
Pacaran bukanlah seperti membuka buku sampai lecek dan lusuh.
Apapun pengertian anda tentang pacaran “KENALI DAN JALANI PACARAN YANG ISLAMI”.



B.  Mengapa Pacaran.
Karena Nabi SAW. pernah pacaran dengan Khadijah tapi secara Islami. Supaya siap menurut sudut pandang SPIKIART dan AGAMA. Karena ada 12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah menurut ABDUL HALIM ABU SYAQQAH untuk mengamalkan konsep mencari jodoh secara Islam.
Dalil yang kuat pacaran boleh (baca hukum pacaran dalam Islam).
Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh ? walau sudah ditakdirkan Allah. Dia telah mampu. Silahkan kita untuk berusaha supaya Dia mengubah takdir-Nya. Rasulullah pun telah mengajarkan do’a ISTIKHOROH yang isinya mengandung pemahaman mengubah takdir-Nya.


C.   Mengapa bukan sekedar TA’ARUF.
Ø  Karena Ulama terpercaya menyeru kita “Berilah kemudahan bercinta dari pada mencegah zina secara berlebihan”.
Ø  Karena pada kenyataannya pacaran tidak identik dengan mendekati zina “seperti ciuman dengan pacar”.
Ø  Karena ada yang memohon “ izinkan Aku berjima”.
Ø  Ta’aruf dan pacaran Islami mana yang lebih efektif ? pada umumnya pacaran Islami lebih efektif, kurang efektifnya ta’aruf itu dapat kita saksikan contohnya pada kasus TA’ARUF UNIK yang lucu.
Ø  Karena kita waspada jangan-jangan awas ta’aruf pra NIKAH = BID’AT SESAT !!! sejumlah konsep ta’aruf ternyata menetapkan aturan atau pembatasan yang bukan berasal dari Allah dan Rasul-Nya.
Ø  Karena kita waspada pula jangan-jangan ta’aruf sebuah istilah asal keren ? pada kenyataannya untuk pra nikah Islam tidak mengisyaratkan ta’aruf, yang diajarkan adalah TANAZHUR (menarik perhatian) yang kita sebut sebagai pacaran Islami.

D.   Mengatasi Masalah Pacaran.
ü  Kenali secermat-cermatnya apa yang sesungguhnya diinginkan sang pacar.
ü  Cara menolak permintaan si DIA. Gunakan jurus-jurus penangkal zina supaya selamat dari zina HATI, zina mata, zina tangan dll.
ü  Meskipun cinta itu MISTERIUS ada sebuah cara praktis mendekati kesungguhan cintanya.
ü  Hadapi dengan bijaksana kalau diancam oleh ORTU dan kakak “kalau ketahuan awas kamu”, ambil sikap terbaik bila anda ditendang untuk pacaran.
CARA “LUPAKAN SI DIA” dengan disibukkan aktivitas dan jangan lupa do’a agar dapat melupakan Si Dia (do’a menyusul).

E.    Kiat Pacaran.
v  Ta’aruf dengan Si Doi perlu tanya apa sajakah Tidak banyak. Hanya saja bedakan antara apa yang perlu diketahui dan apa yang perlu ditanyakan.
Konsep IMAM GHOZALI “Arrojulu yadrii annahu yadrii”
Anda tau keadaan dirimu dan tau apa yang disenangi, dibenci pada Si Doi.
v  Penuhi 3 syarat tumbuhnya Cinta Romantis (suasana kondusif, kepribadian cocok, getaran hati).
v  Lakukan adab saat terbaik untuk PDKT suasana kondusif lakukan pada saat terbaik untuk pacaran saat SETAN TERBELUNGGU.
v  Gunakan gaya pacaran yang efektif menyimak (mendengarkan secara aktif/produktif ). Untuk itu terapkan 10 kiat menjadi pandangan yang baik.
v  Utamakan aktivitas terpenting pacaran Islami (TANAZUR=saling perhatian) bukan berduaan terapkan
v  Kiat SMS Romantis seindah-indahnya
v  Maafkan agar cinta yang mendekati anda dengan si dia.
v  Patuhi panduan pacaran dari IBN HAZM IBNU QOYYIM dan ABU SYUQQOH.

F.    Pacaran Ala SANTRI.
Bila aktivitas dakwah lakukan pacaran, mereka bisa menjadi teladan bagi orang awam, kalau tidak Islami TOBAT DONG.
Inilah contoh bahwa Ustadz pacaran (secara Islami) Ustadz juga manusia kan.

G.     FATWA ULAMA mengenai PACARAN.
§  Haramkah “jalan menuju zina”, tidak selalu
§  Haramkah menyentuh lawan jenis non mukhrim, tidak selalu
§  Sentuhan sebagai ekspresi CINTA (menurut Sunah Nabi), ada syaratnya
§  Bagaimana mengamalkan Hadits tentang pacaran
Antara yang melarang dan membuktikan dulu disatukan


Pengampu : Drs. H.Sokhibi, M.P.d.I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar