A. Apa
yang Dimaksud dengan “Pacaran”.
Apakah
pacaran sesudah menikah lebih baik ? lebih nikmat dari pada sebelum
menikah ? tidak, pacaran sesudah menikah “itu mustahil terjadi apabila kita
kembalikan makna kata pacaran ke makna asalnya yaitu “PERSIAPAN SEBELUM
MENIKAH” .
Apakah
pacaran harus terdapat prilaku saling mengakui pasangan sebagai pacar ?
begitulah devinisi pacaran yang benar !.
Apakah
berpacaran harus terdapat aktivitas SEKSUAL ? haruskah saya berhubungan seksual
dengan pacar saya.
Pacaran
bukanlah seperti membuka buku sampai lecek dan lusuh.
Apapun
pengertian anda tentang pacaran “KENALI DAN JALANI PACARAN YANG ISLAMI”.
B. Mengapa
Pacaran.
Karena Nabi SAW. pernah pacaran dengan Khadijah tapi
secara Islami. Supaya siap menurut sudut pandang SPIKIART dan AGAMA. Karena ada
12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah menurut ABDUL HALIM ABU SYAQQAH
untuk mengamalkan konsep mencari jodoh secara Islam.
Dalil yang kuat pacaran boleh (baca hukum pacaran
dalam Islam).
Karena
sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh ? walau sudah ditakdirkan Allah. Dia
telah mampu. Silahkan kita untuk berusaha supaya Dia mengubah takdir-Nya.
Rasulullah pun telah mengajarkan do’a ISTIKHOROH yang isinya mengandung
pemahaman mengubah takdir-Nya.
C.
Mengapa
bukan sekedar TA’ARUF.
Ø Karena
Ulama terpercaya menyeru kita “Berilah kemudahan bercinta dari pada mencegah
zina secara berlebihan”.
Ø Karena
pada kenyataannya pacaran tidak identik dengan mendekati zina “seperti ciuman
dengan pacar”.
Ø Karena
ada yang memohon “ izinkan Aku berjima”.
Ø Ta’aruf
dan pacaran Islami mana yang lebih efektif ? pada umumnya pacaran Islami lebih
efektif, kurang efektifnya ta’aruf itu dapat kita saksikan contohnya pada kasus
TA’ARUF UNIK yang lucu.
Ø Karena
kita waspada jangan-jangan awas ta’aruf pra NIKAH = BID’AT SESAT !!! sejumlah
konsep ta’aruf ternyata menetapkan aturan atau pembatasan yang bukan berasal
dari Allah dan Rasul-Nya.
Ø Karena
kita waspada pula jangan-jangan ta’aruf sebuah istilah asal keren ? pada
kenyataannya untuk pra nikah Islam tidak mengisyaratkan ta’aruf, yang diajarkan
adalah TANAZHUR (menarik perhatian) yang kita sebut sebagai pacaran Islami.
D.
Mengatasi
Masalah Pacaran.
ü Kenali
secermat-cermatnya apa yang sesungguhnya diinginkan sang pacar.
ü Cara
menolak permintaan si DIA. Gunakan jurus-jurus penangkal zina supaya selamat
dari zina HATI, zina mata, zina tangan dll.
ü Meskipun
cinta itu MISTERIUS ada sebuah cara praktis mendekati kesungguhan cintanya.
ü Hadapi
dengan bijaksana kalau diancam oleh ORTU dan kakak “kalau ketahuan awas kamu”,
ambil sikap terbaik bila anda ditendang untuk pacaran.
CARA “LUPAKAN SI DIA” dengan disibukkan
aktivitas dan jangan lupa do’a agar dapat melupakan Si Dia (do’a menyusul).
E.
Kiat
Pacaran.
v Ta’aruf
dengan Si Doi perlu tanya apa sajakah Tidak banyak. Hanya saja bedakan antara
apa yang perlu diketahui dan apa yang perlu ditanyakan.
Konsep IMAM GHOZALI “Arrojulu
yadrii annahu yadrii”
Anda tau keadaan dirimu dan tau apa
yang disenangi, dibenci pada Si Doi.
v Penuhi
3 syarat tumbuhnya Cinta Romantis (suasana kondusif, kepribadian cocok, getaran
hati).
v Lakukan
adab saat terbaik untuk PDKT suasana kondusif lakukan pada saat terbaik untuk
pacaran saat SETAN TERBELUNGGU.
v Gunakan
gaya pacaran yang efektif menyimak (mendengarkan secara aktif/produktif ).
Untuk itu terapkan 10 kiat menjadi pandangan yang baik.
v Utamakan
aktivitas terpenting pacaran Islami (TANAZUR=saling perhatian) bukan berduaan
terapkan
v Kiat
SMS Romantis seindah-indahnya
v Maafkan
agar cinta yang mendekati anda dengan si dia.
v Patuhi
panduan pacaran dari IBN HAZM IBNU QOYYIM dan ABU SYUQQOH.
F.
Pacaran
Ala SANTRI.
Bila aktivitas dakwah lakukan pacaran, mereka bisa
menjadi teladan bagi orang awam, kalau tidak Islami TOBAT DONG.
Inilah contoh bahwa
Ustadz pacaran (secara Islami) Ustadz juga manusia kan.
G.
FATWA
ULAMA mengenai PACARAN.
§ Haramkah
“jalan menuju zina”, tidak selalu
§ Haramkah
menyentuh lawan jenis non mukhrim, tidak selalu
§ Sentuhan
sebagai ekspresi CINTA (menurut Sunah Nabi), ada syaratnya
§ Bagaimana
mengamalkan Hadits tentang pacaran
Antara yang melarang dan membuktikan dulu disatukan
Pengampu : Drs. H.Sokhibi, M.P.d.I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar